WordPress 4.0 (“Benny”)

Standard

Sekitar satu jam yang lalu (dini hari) waktu Indonesia bagian barat, dalam kondisi saya sedang memermak beberapa kata pada blog ini, ada kabar pembaruan tidak terduga dari WordPress, yakni ketersediaan versinya yang terbaru. Tanpa berpikir panjang, saya langsung memperbarui WordPress yang menjadi pondasi dasar blog pribadi ini.

Ada beberapa fitur menarik yang disediakan WordPress 4.0 dengan nama kode Benny. Dari antarmuka pengisian isi (konten) yang lebih difokuskan, dukungan embedded media yang dimudahkan, pengelolaan media berupa citra semudah drag and drop, dukungan plugin yang dioptimalkan, hingga dukungan terjemahan tanpa melibatkan lagi konstanta WPLANG dalam berkas PHP wp-config.php untuk dukungan bahasa (berpindah antarmuka bahasa yang satu dan lainnya cukup melalui menu Settings, tanpa harus menggantinya secara manual pada berkas wp-config.php). Barangkali, ada fitur baru lainnya yang belum saya dapati, saya akan tambahkan pada tulisan ini jika mendapatinya–insya Allah.

Please go ahead and take a look! Selamat memaslahatkan WordPress versi terkini!

 

Medium

Standard

Evan Williams, founder and co-founder for Blogger and Twitter, founded new startup (digital company), Medium. Medium has simply concept: sharing the stories and ideas for everyone. It is more than a web application platform for writing publication.

Medium quite seems like the other writing platforms which are accommodate writing activity likes blogging or independently publishing. Mostly, Medium writer have their own capabilities and skills in well writing, especially in English–hopefully, it will available for Indonesian (Bahasa Indonesia) and filled by more Indonesians. This is noted by some key features of Medium which are follows below.

Editing
Every posts on Medium can edit easily for all users. This is positively benefit because everybody can give feedbacks and recommendation to improve the quality of the posts. If the other users or readers found an incoherence, in-cohesion, and/or incomprehension of the posts, they can put corrections and/or suggestions to the writers. Then, the writers can accept or ignore them.

Reading Duration
Medium readers can see the reading durations of all the posts. This is really awesome feature because they can save their times effectively.

Not Blog Platform
Indeed, on Medium, you can write freely because the requirement is easy and linked well with Facebook and Twitter accounts. Medium does not like Blogger, WordPress.com, Tumblr, or other blogging services on the Net these days.

I think better you landing on Medium directly. Go ahead and take a look! Then, please share your experience using Medium to me. I will be waiting your stories.

Eid ul-Fitr 1435 Hijri

Standard

Leaving Ramadan with various prayers and benefits, taqabbal Allahu minna wa minkum (may Alla Accept our fasts and deeds)–aameen. May Allah Grant us Tawfeeq.

Happy Eid ul-Fitr! Minal aidin wal faizin, please forgive my mistakes both lahir (physics) and batin (souls).

Best wishes and warm regards.

Tesis

Standard

Sebagaimana jamak diketahui, betapa pun luar biasa mahasiswa program magister/master pascasarjana berprestasi, baik dalam perkuliahan maupun kegiatan di luar kampus, belum lengkap rasanya jika ia belum menyelesaikan kewajiban akhirnya, yaitu meneliti untuk kemudian diramu dalam rupa tesis. Berapa lama pun ia menempuh studi jenjang strata dua (S-2), belum dapat dikata berhasil jika ia belum memfinalkan tesisnya.

Tidak jauh berbeda dengan skripsi, tesis merupakan laporan penelitian yang dilakukan mahasiswa sebagai wujud tanggung jawabnya di dunia keilmuan pada jenjang perguruan tinggi. Bedanya dengan skripsi, kajian yang disajikan dalam tesis bersifat lebih mendalam dan lebih luas di samping tetap mengandung aspek kebaruan. Aspek kebaruan tidak hanya seputar topik yang diangkat untuk diteliti, tetapi pula didukung sumber-sumber pustaka terkini dan diharapkan memiliki kontribusi yang lebih baik.

Barangkali, tesis tidak sekompleks disertasi doktoral pada jenjang strata tiga (S-3), tetapi khazanah konsep penelitian dalam tesis dapat dijadikan acuan untuk menyusun disertasi. Dari tesis yang terkonsep bagus, tentu dapat diteruskan pada disertasi yang lebih dalam telaah objek dan subjek penelitiannya.

Permasalahan yang sering dihadapi teman-teman dalam menyusun tesis adalah bukan perihal proses pemilihan topik yang akan diangkat sebagai permasalahan penelitian, melainkan jamak terjatuh pada khazanah pustaka. Topik atau judul penelitian boleh bombastis, tetapi tentu hal ini harus diiringi dengan eksekusi yang mumpuni. Ekseskui yang dimaksud bukan sekadar bagaimana meramu kata-kata yang baik, tidak dilupakan pula konsultasi aktif dengan para pembimbing atau pihak yang berkompeten yang kiranya dapat memberi masukan, bukan juga hanya penelitian yang dilaksanakan dengan penuh sukacita, melainkan pula tidak abai untuk memperkaya sumber-sumber pustaka yang mendukung.

Sumber pustaka yang diharapkan dalam tesis tidak hanya memiliki sifat kebaruan (aktual, faktual), tetapi juga pustaka yang lebih luas, salah satunya melalui jurnal-jurnal, terutama jurnal-jurnal internasional yang jamak berbahasa asing Inggris. Nah, salah satu permasalahan yang acap muncul adalah di sini, terutama bagi mahasiswa jurusan nonbahasa Inggris, sungguh memerlukan motivasi yang teramat tinggi untuk sekadar meramban jurnal-jurnal internasional yang berkaitan dengan topik tesisnya. Senyampang seakan tidak begitu mendalami isi jurnal yang ditelaah, asal-asalan dalam memahami isinya.

Sebenarnya, tidak terlalu sulit untuk mengerti jurnal-jurnal penelitian dalam bahasa Inggris, hanya perlu kemauan dan kesungguhan. Hal ini juga tidak memerlukan proses dan waktu yang lama alias hanya membutuhkan pembiasaan. Dalam membaca-baca jurnal-jurnal tersebut, tidak perlu setiap kata diterjemahkan secara harfiah kata demi kata, cukup dengan memindai sekilas dan/atau membaca cepat. Artinya, perlu sedikit kecermatan untuk mendapati kata-kata kunci. Paling pol perlu perhatian lebih pada latar belakang penelitian dan simpulannya.

Memahami latar belakang dimaksudkan untuk mengetahui perian dasar yang melatarbelakangi penelitian. Dari situ, akan diketahui hal-hal apa saja yang menjadi landasan peneliti jurnal tersebut dalam merumuskan masalah pada penelitiannya. Acap kali, uraian subbab pendahuluan ini diawali dari hal-hal yang bersifat umum yang muara akhirnya mengerucut pada topik yang diangkat.

Sebuah penelitian, di samping terdapat hal yang dijadikan latar belakang masalah, tentu saja terdapat rumusan masalah. Guna rumusan masalah adalah untuk menentukan beberapa poin yang mendukung kajian topik penelitian. Dari kedalaman masalah yang dirumuskan, juga cukup dapat diketahui ke mana arah pembahasannya. Perlu diperhatikan, tidak semua hal dari latar belakang masalah dapat dibuat rumusan masalahnya agar pembahasan penelitian tidak terlalu melebar ke mana-mana. Rumusan masalah yang ada memudahkan fokus penelitian, yang dijawab pada simpulan. Bukan masalah pula, sebenarnya, jika mahasiswa selaku pembaca jurnal langsung memusatkan perhatian pada simpulan saja, tetapi alangkah lebih eloknya jika ia berkenan membaca beberapa bagian (bab) penting yang tidak kalah penting.

Tidak lupa, ketika menelaah jurnal penelitian, untuk diperhatikan referensi pustaka yang disertakan. Sumber pustaka yang mumpuni sungguh sangat membantu kualitas penelitian yang disajikan. Barangkali, pustaka yang ada dapat dijadikan acuan untuk dicari babonnya sehingga menambah kuantitas, juga bisa jadi kualitas, penelitian tesis mahasiswa.

Tidak pernah kering nasihat: semua kembali pada masing-masing individu. Masalah terberat memang terletak pada pelaku penelitian tesis, yaitu mahasiswa itu sendiri, kerap kali didapati mereka kurang bergairah membaca. Permasalahan membaca ini bukan hal yang tabu di mata para dosen atas mahasiswa mereka. Sudah begitu jamak diketahui oleh mahasiswa konsep: semakin besar masukan (‘input’), semakin besar pula keluarannya (‘output’). Artinya, jika mereka banyak membaca buku atau jurnal, tentu khazanah pemikiran mereka akan menjadi kaya pula, dan hal ini dapat cukup membantu mereka dalam menyusun tesis.

Banyak kalangan membilang bahwa aktivitas membaca merupakan kegiatan yang teramat tidak mudah untuk dilakukan, apalagi dibiasakan. Barangkali, mereka suka membaca, tetapi membaca berita atau bahan-bahan bacaan yang ringan-ringan. Masih mending, mungkin, mau membaca artikel-artikel, tetapi kadar artikel yang dibaca memiliki bobot yang sangat kurang, atau bahkan tidak bermanfaat sama sekali bagi dirinya. Lebih-lebih jika membaca jurnal penelitian, terutama ragam internasional.

Lain individu, lain pula permasalahannya. Beberapa hal yang diuraikan di atas memang bukan harga mutlak, melainkan sekadar temuan yang memiliki kecenderungan (umum terjadi, minimalnya yang pernah penulis alami sendiri–he he he).

Tidak ada kata terlambat untuk lebih baik. Bersegeralah untuk fokus menyelesaikan tesis Anda!

Menunggu Waktu

Standard

Salah satu hal yang tidak ringan dalam kehidupan ini adalah bertanggung jawab atas segala hal yang dilakukan, seperti: berbicara/mengobrol, melihat, menyimak/mendengar, merasakan, dan lain-lain). Pendek kata, apa pun yang manusia lakukan di dunia ini akan Dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sudahkan kita siap dengan hal ini? Semestinyalah ada sesuatu yang perlu kita kontribusikan baik untuk kehidupan ini, terutama jika kontribusi itu diniatkan ibadah kita sebagai hamba-Nya Azza wa Jall.

Life musts go on. Seringkali kita melewati waktu yang Diberikan-Nya tanpa kita sadari apakah waktu yang terlewati itu telah kita isi dengan kebermanfaat yang berlimpah atau sekadar terlewati begitu saja. Sebagai Muslim, tentu hendaknya kita tidak abai untuk senantiasa mengikuti Panduan-Nya yang didasarkan pada Quran dan Sunnah (dengan pemahaman Salaful Ummah). Kita tidak dapat menunggu waktu yang datang tanpa peringatan, kita harus mengisinya. Ibarat waktu Dihadiahkan-Nya untuk kita agar kita dapat memanfaatkannya sebagai kesempatan yang ada untuk membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Apalagi, jika konsekuensi menjalani waktu itu kita lalui sebagai ajang dakwah kita untuk menyebarkan Kalimat-Nya.

Sometimes, we think that our knowledge of Islam still dry or poor so badly. But, a little benefit thing in this life can make good changes. Perhaps, the changes are not shown soon as we want to. Because the benefits of them only Known by Allah Ta’ala.

Would we please to do benefit things in this life…? May Allah Grants us success!

Salam hangat.